Kamis, 06 September 2012

Kata Maaf Terakhir


sudah 2 jam alvi menunggu di depan sebuah kampus yang berada di daerah bandung, ia menunggu wanita yang ia sayang  untuk mengantarkanya pulang.
alvi adalah seorang karyawan muda, ia dulunya seorang mahasiswa ITB yang kemudian tidak meneruskan kuliahnya di karnakan tidak punya biaya karna orang tuanya yang sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat.
kemudian ia sekarang bekerja sebagai pegawai sebuah toko di daerah bandung, ia bekerja sebagai penjaga toko yang gajinya tidaklah besar.alvi adalah lelaki yang sabar, sudah 5 tahun ia di tinggal orang tuanya, tetapi ia bisa menjalankan hidup sendiri. alvi lelaki yang tidak lah tampan, tetapi ia lelaki yang penyayang wanita dan sabar.
semua mahasiswa di kampus sudah keluar, ia merasa senang karna sudah pasti wanita yang ia sayang sudah selesai dalam mata pelajarannya. dari kejauhan, alvi melihat pacarnya sedang menghampirinya.
"sayang, udah lama ya nunggunya? maaf ya tadi ada kuis, jadi aku pulang agak telat."
"enggak kok, baru aja aku sampe, yaudah kita pulang yuk."
betapa sabarnya alvi, ia sampai bilang bahwa ia baru sampai, padahal sudah lama sekali ia menunggu pacarnya itu. pacarnya bernama vindy, vindy adalah wanita yang cantik dan banyak cowok yang suka padanya.
"kamu udah makan belum vin?"
"aku belum makan vi, kamu udah?"
"aku juga belum, makan dulu yuk?"
"ayuk."
"kamu mau makan apa?"
"hmm aku lagi mau nyari makanan di paris van java nih."
alvi terdiam, ia berfikir, ia baru saja mendapatkan uang gaji per bulannya, bila makan di tempat yang vindy inginkan, uang gajinya akan habis. demi wanita yang ia sayang, ia menuruti permintaan vindy.
vindy adalah wanita kalangan atas yang keturunan anak orang kaya. beda sekali dengan alvi yang lelaki kalangan bawah. tetapi alvi selalu menuruti apa yang vindy minta, kadang ia tidak bisa menuruti  lalu vindy marah, suatu saat bila sudah sanggup, alvi langsung menurutinya.
"yaudah yuk vin, kita makan di pvj."
"iya sayang."
mereka pun makan di tempat yang vindy inginkan.
"kamu mau pesen apa vi?"
"aku nggak makan deh, aku makan di rumah aja yang, kamu aja yang makan ya, di rumah aku tadi masak kok, sayang kalo enggak di makan."
"oh yaudah deh."
"aku nemenin kamu makan aja ya."
vindy pun memesan makanan, alvi hanya menemaninya. alvi tidak makan karna ia takut uang nya tidak cukup untuk membayar makanan itu.
selesai makan, alvi pun membayar smuanya. untung saja uangnya cukup dan masi tersisa seperempat gajinya. cukup untuk makan seminggu dua minggu. sisanya mungkin ia mencari pekerjaan tambahan.
sudah 6 tahun mereka menjalani hubungan, dari alvi masi kuliah di ITB. alvi juga dulu lelaki kalangan atas.
akhir-akhir ini semenjak alvi kehilangan  pekerjaan lamanya. hubungan mereka sedikit bermasalah, sering berantem. tetapi alvi tidak perna marah dengan vindy. bila alvi marah, alvi hanya mendiami vindy selama satu minggu. tidak mau membentaknya.
selesai makan, mereka pun pulang. ketika di perjalanan, ban motor alvi bocor, mau tidak mau ia menambal ban motornya di tukang tambal ban.
"yah ban bocor."
"ah gimana si kamu! aku kan capek mau pulang! pokoknya gak mau! kamu anterin aku pulang!"
"iya iya aku anterin, tapi aku nambal ban dulu ya, sebentar kok, sabar yaa."
"tau ah! capek aku pacaran sama kamu! kamu cuma bisa nyusahin aku aja! makanya beli motor lagi! motor kayak gini di pake!"
"maafin aku vin.."
vindy meninggalkan alvi, ia memanggil taksi yang lewat di jalan.
alvi hanya terdiam, hatinya sakt ketika vindy berkata seperti itu. alvi pun menambal ban motornya yang bocor.
selesai menambal, ia langsung pulang dan makan. badannya panas, dan perutnya sakit karna telat makan. ia pun segera istirahat. seperti biasa, bila alvi marah pada vindy, ia mendiaminya selama seminggu.
lalu setelah seminggu tidak perna mengabari vindy, ia mengirimi pesan singkat lewat handphone nya. ia menulis
"vindy sayang, maafin aku ya, jangan cuekin aku lagi, maaf aku udah nyusahin kamu, aku emang gak bisa jadi yang terbaik buat kamu, i love you vindy."
vindy tidak membalasnya. vindy sama sekali tidak perna memikirkan perasaan alvi, tidak mau tahu bila alvi tidak memberi kabar, malah alvi yang meminta maaf dan memohon agar tidak menyuekinya.
keesokan harinya alvi menjemput vindy di kampusnya.
ketika di kampus vindy, alvi melihat vindy sedang berbincang bincang dengan pria yang tampan, dan juga terlihat seperti pria kalangan atas.
lalu selesai berbincang bincang, vindy menghampiri alvi.
"pulang yuk, aku capek mau tidur."
"itu siapa vin yang tadi ngobrol sama kamu?"
"oh itu temen aku, kenapa si?"
"gak apa-apa kok vin hehe..yaudah yuk pulang."
ada sedikit rasa cemburu di hati alvi, namun ia tidak mau bilang pada vindy, karna sudah pasti vindy akan memarahinya.
mereka pun akhirnya sampai. sesudah mengantarkan vindy, alvi kembali ke pekerjaan nya. karna pada saat itu adalah jam makan siang.
alvi adalah orang yang sangat cuek pada pasangannya, tetapi di balik sikapnya itu, dia sayang sekali dengan pasangannya, tidak mau kehilangan.
sudah saatnya ia menyudahi pekerjaan nya hari itu, ia pun langsung pulang ke rumah. di perjalanan ponsel alvi berdering, terlihat nama vindy meneleponnya. alvi langhsung menerima telefonnya.
"hallo?"
"alvi, aku laper, pulang kerja bawain aku MCD yaa."
"iya iya tunggu ya,  i love you."
vindy mematikan ponselnya, tidak menjawab perkataan alvi.
alvi hanya bisa terdiam, sudah sering vindy seperti itu kepadanya.
alvi pergi ke MCDonald's terdekat, ia membeli apa yang di minta vindy. lalu ia mengantarkannya ke rumah vindy.
"assalamualaikum."
vindy keluar, dan menghampiri alvi.
"yah vi, aku udah di beliin tadi sama temen aku, maaf ya aku udah kenyang."
"oh gitu ya? jadi ini gimana?"
"ya kamu kasi siapa kek, kemanain kek, atau sini aku buang aja."
"jangan vin, udah biar aku aja yang makan deh."
"yaudah, sana deh pulang."
vindy menutup pintunya. sedikit rasa kecewa di hati alvi. alvi sudah menyempatkan membeli makanan untuk vindy, tapi tidak di hargai sama sekali.
alvi pun sampai di kost-an nya. salah satu sahabatnya vindy juga ada yang 1 tempat koast dengan alvi, ia bertemu di pintu gerbang. alvi meyapanya.
"eh tiara, baru pulang?"
"iya vi, kenapa ya?"
"mau tanya dong hehe.."
"tanya apa?"
"lu kan sahabatnya vindy ya, cowok yang tadi ngobrol sama vindy, itu siapa nya vindy?"
"oh itu, mantannya vi."
"oh gitu yaa."
"yaudah gua mau masuk ya."
"iya iya silahkan hehe.."
alvi pun percaya pada vindy, bahwa ia tidak akan punya perasaan lagi dengan mantannya itu.
keesokan harinya, seperti biasa alvi menjemput vindy. ketika di depan gerbang, vindy memanggil alvi.
"vi! sini deh."
"iya kenapa vin?"
"pegangin tas aku ya, aku mau ke dalem sebentar."
"iya vin."
alvi memegang tas nya vindy, ketika ia memegang tasnya, ia melihat ponsel vindy berbunyi di dalam. terlihat nama aldy di ponselnya.
tak lama ponselnya berhenti berdering. alvi membuka isi ponselnya. dan membaca smua isi smsnya. tiba-tiba alvi terdiam.
alvi terkejut karna isi kotak masuk sms vindy isinya pesan masuk aldy yang isi sms nya sangat mesra seperti orang pacaran.
tiba-tiba dari kejauhan alvi melihat vindy dengan mantanya itu menghampiri alvi.
alvi langsung memasukan ponselnya kembali.
"vi."
"iya vin?"
"aku pulang sama aldy ya, kamu pulang duluan aja, aku mau belajar bareng sama dia."
"oh.. iya iya."
"aldy dan vindy meninggalkan alvi."
alvi tidak pulang ke rumah, tetapi ia pergi ke tempat yang jauh dari keramaian, seperti sebuah taman di atas bukit.
ia masi mengingat isi sms vindy, yang berisi bahwa vindy akan mengakhiri hubungannya dengan alvi. hati alvi begitu sakit, ia hanya bisa terdiam dan menangis. padahal ia sangat menyayangi vindy dengan tulus, tetapi vindy membalasnya dengan rasa sakit yang begitu mendalam.
sepulang dari taman, ia langsung pulang, ia ingin berbicara dengan tiara, sahabatnya vindy.
ia pun berbicra dgn tiara.
"tiara."
"kenapa vi?"
"gua mau ngomong."
"ngomong apa lg?"
"aldy itu mantannya vindy kan?"
"iya, kenapa si?"
"bikin vindy balikan yuk sama aldy."
"hah?"
"kenapa tiara?"
"mereka udah balikan kali, udah ah gua mau tidur."
alvi terdiam, hatinya begitu hancur ketika mendengar perkataan tiara. kenapa vindy begitu jahat padanya. padahal alvi tidak pernah menyakiti hatinya. mungkin alvi bukan lah tipe lelaki yang vindy inginkan.
ia menangis di dalam kamarnya, ia hanya memandangi foto vindy berdua dengannya ketika dulu.
ia memeluk foto itu dengan erat dan menangis. kenapa rasa sayang nya di balas oleh rasa sakit hati. alvi memang bukan pria yang tampan, tetapi ia memiiki hati yang mulia, dia pun seorang yang pekerja keras, juga sangat taat dengan agamanya yang ia anut.
hari itu adalah hari sabtu, malam minggu, dimana dulu vindy dan alvi pergi untuk jalan-jalan melepas rasa penat sesudah kuliah.
malam itu sangatlah gelap, tidak ada bulan dan bintang, yang ada hanyalah hujan yang turun sangat deras.
alvi memutuskan untuk pergi ke rumah vindy.
ketika sampai di gerbang, alvi mengirim sms ke vindy untuk keluar.
tiba-tiba vindy muncul dari balkon atas, melihat alvi sedang hujan-hujanan. berdiri memandanginya.
vindy pun langsung keluar menggunakan payung.
"kamu ngapain si?"
"aku mau ngomong sama kamu."
"ngomong apa?"
"aku perna janji sama kamu kan? kalau aku gak akan perna mutusin kamu?"
"terus apa?"
"kamu balikan ya sama aldy?"
"iya? kenapa? gak suka?"
alvi spontan langsung memeluk vindy, dan mencium kening vindy.
"bukan gitu, aku seneng ada yang bikin org yang aku sayang bahagia."
"terus apa?"
"yaudah, maafin aku ya kalo aku ada salah pas ngejalanin hubungan sama kamu, aku belum jadi yang terbaik buat kamu"
"iya emang, yaudah kita putus."
vindy langsung melepaskan pelukan avi dan meninggalkan alvi dan menutup pintu. alvin  melihat ke balkon atas, ternyata ada aldy melihatnya.
alvi langsung pergi meninggalkan rumah vindy dan balik ke kost-an nya.
anak-anak kost sedang berkumpul di ruang tengah kost-an, karna hujan mereka memasak makanan untuk beramai-ramai.
tiba-tiba alvi datang dengan basah kuyup. karna alvi adalah anak kost yang sangat di perhatikan dan ia juga paling muda di situ. teman-temannya heran.
"vi, kenapa?"
"gak apa-apa kok bang."
"alvi sehat kan?"
"iya sehat ka."
"makan dulu vi, kamu udah makan belum?"
"udah ka."
smua anak-anak kost sangat khawatir padanya, kara alvi adalah orang yang sering sekali sakit, fisiknya sangat lemah.
tiba-tiba alvi pingsan, dan anak-anak kost membawanya ke kamarnya. alvi belum makan ternyata, lalu ia kehujanan, jadi ia masuk angin.
keesokan harinya ia sakit, dan teman-temannya ingin membawanya ke dokter, tetapi ia tidak mau.
akhirnya teman-temannya hanya memberinya obat yang ada.
salah satu sahabatnya alvi, yaitu bernama billy, alvi biasa memanggilnya bang billy. ia bertanya pada alvi tentang vindy.
"vindy mana vi? gak ada kabarnya."
"vindy baik-baik aja kok bang hehe.."
"masi sama vindy kan?"
"masi bang hehe.."
"yaudah bagus deh, jagain dia yang bener atuh yaa, kan kamu sayang sama dia."
"iya sayang bang."
"yaudah kamu istirahat deh vi, nanti makin parah sakitnya."
"iya bang."
sudah seminggu sakit alvi belum juga sembuh. teman-temannya sangat perhatian padanya.
alvi mendengar bahwa vindy juga sakit akibat hujan-hujanan bersama alvi. aldy marah pada alvi. pada suatu ketika alvi sedang berjalan untuk membeli obat.
aldy melihatnya dari dalam mobil. lalu menabrakan mobilnya ke alvi. alvi pun terkapar penuh darah.
orang-orang yang berada disitu langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. dan menepon teman-teman alvi.
teman-temannya alvi langsung bergegas ke rumah sakit.
mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit dan memita keterangan dari dokter.
dokter memberi tahu, bahwa pembuluh darah di matanya pecah dan merusak jaringan matanya, sehingga dia menjadi buta.
teman-temannya sangat terkejut. dokter juga memeriksa darahnya, tenyata alvi menderita penyakit kanker darah yaitu leukimia yang saat ini belum ada obatnya.
teman-temannya tambah sedih.
mereka pun memsuki ruangan alvi di rawat.
alvi belum tersdar, teman-temannya menangis, begitu juga billy. hari itu tiara pindah dari kost-an nya, sehingga ia tidak tahu kabar bahwa alvi masuk ke rumah sakit.
keesokan harinya, yang menjaga alvi hanyalah billy. pada hari itu alvi tersadar. billy langsung memanggil dokter.
selesai di priksa, dokter pun keluar, billy memanggil alvi.
"vi"
"iya bang, kenapa mata alvi di tutup?"
"vi, jangan sedih ya."
"kasi tau apa yang terjadi sama alvi bang."
"kamu kecelakaan vi."
"iya saya tau, tapi ini kenapa?"
"pembuluh darah di mata kamu pecah, jaringan mata kamu juga rusak, kamu mengalami kebutaan vi."
alvi terdiam.
"vi, jangan patah semangat ya, kamu harus semangat jangan bikin vindy sedih."
"bang, alvi mau cerita."
"cerita apa?"
"sebenernya alvi udah putus sama vindy, vindy balikan sama mantannya bang."
"kok kamu biarin begitu aja?"
"gak apa-apa bang, alvi seneng kok, alvi seneng liat dia sama orang yang diaa sayang, alvi seneng kalo liat dia seneng bang."
"alvi, baang tau sebenernya kamu sakit hati banget kan? yaudah kamu ikhlasin aja ya vi."
"iya bang, alvi udah ikhlas kok, alvi sayang sama dia, jadi semua yang dia minta alvi kasi, sekalipun ngorbanin perasaan alvi bang."
billy menangis mendengar perkataam alvi, billy sangat salut kepada alvi, alvi bukan hanya sabar, tetapi dia selalu ikhlas dengan apa yang di terimannya.
"vi."
"iya bang."
"abang mau kasi tau kamu sesuatu."
"apa bang?"
"kamu jangan sedih ya."
"iya emang apa?"
"kamu menderita penyakit leukimia."
alvi terdiam kembali, ia sangat terpukul mendengar bila ia buta di tambah ia menderita penyakit leukimia. rasanya ia ingin berteriak pada saat itu.
"vi. kamu harus semangat ya jalanin sisa hidup kamu, kamu yang sabar ya vi."
"iya bang, mungkin allah punya rencana lain bang, maafin alvi ya kalo alvi ada salah sama abang, sama temen-temen yang lain."
"iya nanti mereka datang kok."
"bang."
"alvi boleh minta tolong?."
"minta tolong apa?"
"tulisin surat buat vindy bang, alvi yang bacain ya."
"iya iya."
billy menuliskan surat untuk vindy. billy menuisnya sambil menangis, ia tau rasanya bagaimana menjadi alvi, mungkin bila billy yang berada di pisisi alvi, ia sudah tidak tahan.
tak lama mereka menulis surat, teman-teman alvi datang.
"yee alvi udang banguun."
"hehe makasi ya kaka-kaka dan abang-abang yang udah sayang sama alvi, alvi makasi banget ya, alvi minta maaf kalau alvi punya salah sama kalian, maafin alvi ya."
"iya iya adek ganteng, kami maafin kok, yakaan? sekarang kamu sembuh dulu yaa."
"alvi udah gak bisa sembuh kak, tinggal nunggu kapan alvi di panggil aja."
smua terdiam dan menangis.
"alvi jangan ngomong kyk gitu, kami gak mau alvi pergi, nanti gak ada yang ngelawak lagi dong, gak ada yang masakin kita semua hehe.."
"iya vi, gak ada yang bisa kami cakkin lagi hehe.."
"maafin alvi ya, mungkin tuhan punya rencana lain buat alvi."
mereka semua menangis.
seminggu sudah alvi di rawat di rumah sakit, penyakitnya makin parah, pada hari itu, ia memangl-manggil nama vindy terus. ia pun tak sadar kembalim tetapi jantungnya masi berdetak, teman-temannya sangat khawatir meihat alvi.
billy memutuaskan untuk membawa vindy bertemu dengan alvi.
hari itu aldy tidak sedang di bandung, ia sedang berlibur di jogja.
ketika sampai di rumah sakit, vindy dan billy langsung ke  kamar rawatnya alvi. vindy terkejut..
billy langsung memberikan vindy surat yang di titipkan oleh alvi.
"vin ada titipan surat buat kamu nih dari alvi sebelum dia koma."
vindy langsung membacaca isi surat alvi, surat itu berisi kata-kata alvi.
"vindy..
apa kabar? semoga kamu baik-baik aja ya, aku mau minta maaf sama kamu, aku belum sempet minta maaf langsung ke kamu, takut ganggu kamu vin hehe..
maafin aku ya udah bikin kamu sakit, karna aku, kamu jadi sakit deh, tapi aku gak perna mau bikin kamu sakit, maafin alvi ya vin.
kita ngejalaniin hubungan udah 6 tahun lebih, 6 tahun perasaan alvi gak pernah berubah sama vindy, alvi selalu sayang sama vindy, avi emang cuek sama vindy, tapi sebenernya alvi sayang sama vindy, alvi seneng bisa 6 tahun sama vindy, dari pertama alvi nembak vindy di depan rumah vindy, kita berakhir juga di depan rumah vindy :'), tau gak? alvi gak pernah mau putus sama vindy, alvi sebenernya gak rela vindy sama aldi, tapi kalau itu buat vindy seneng, alvi juga ikut seneng kok :)
inget gak? waktu alvi terakhir jemput vindy, yang vindy pulang sama aldy? alvi mau ngajak vindy jalan-jalan kayak dulu :)
alvi kangen sama vindy, kangen becanda sama vindy, kangen peluk vindy, kangen semuanya tentang vindy, dulu alvi bisa mudah dapetin itu semua, sampai akhirnya, vindy dapet cowok yang lebih baik dari alvi, yaitu aldy. hati alvi sakit banget pas denger tiara bilang katanya kalian balikan. tapi di sisi lain alvi seneng kok :')
vindy gimana sama aldy? semoga kalian longlast terus yaa :) jangan kyk alvi yang gak bisa bikin hubungan alvi sma vindy jadi gak langgeng.
o iyaa, vindy udah tau belum? alvi lagi sakit :(
ya gak penting juga si buat vindy, vindy gak harus jenguk alvi di rumah sakit.
alvi cuma terpukul aja pas bang billy bilang alvi buta :(
alvi sedih bukan karna gak bisa ngeliat aja, tapi alvi sedih, nanti gak bisa ngeliat muka vindy yang cantik lagi, gak bisa ngeliat senyum vindy yang bikin hati alvi seneng, gak bisa jemput vindy lagi :')
kalau misalnya kita sempet ketemu lagi, alvi mau ajak vindy makan di mana aja vindy yang nentuin deh :)
mau ajak aldy juga gak apa-apa vin :)
oiya vindy..
alvi juga terpukul banget waktu bang billy kalo alvi di fonis penyakit leukimia, sisa hidup alvi udah tinggal menghitung waktu aja, nanti kalo alvi udah gak ada, alvi gak bisa ngeliat vindy lagi dong :(
alvi gak pernah marah vindy deket sama siapa pun, iya alvi cemburu, tapi alvi juga seneng kalo vindy seneng :)
oiya vindy, maafin alvi ya kalau alvi gak perna bisa ngasi yang vindy mau, gak perna bisa jadi yang terbaik buat vindy, tapi di balik semua itu, alvi sayang sama vindy, alvi cinta sama vindy, malah alvi janji sama diri alvi, misalnya alvi udah dapet kerjaan yang tentu terus udah mateng, alvi mau nikah sama vindy :)
tapi semua itu udh gak mungkin, vindy udah nemuin yang lebih baik dari alvi :)
sekali lagi maafin alvi ya, alvi emang gak bisa jadi yang terbaik buat vindy, tapi vindy udah jadi yang terbaik buat alvi, sampe akhir hidup alvi, maksi ya vindy :)
alvi tetep sayang sama vindy, I LOVE YOU VINDY <3

-alvi-
"
vindy terdiam lalu menangis, ia menatap alvi yang berbaring lemah di tempat tidur rumah sakit dan tidak sadarkan diri.
vindy langsung memegang tangan alvi.
"alvi, vindy ada di samping alvi, alvi bangun, jangan tidur terus, katanya kangen sama vindy, vindy disini." vindy terus mengeluarkan air mata.
"alvi maafin vindy, vindy udah jahat sama alvi."
"vindy?"
"iya bang."
"alvi bilang sama bang billy, katanya, alvi udah maafin kesalahan vindy kok sejak lama, alvi gak pernah nganggep kesalahan yang vindy perbuat tuh ada, kesalahan itu, kalah oleh cintanya alvi yang tulus ke kamu. dia cuma mau bikin kamu seneng di saat terakhirnya dia, waktu dia masi sadar, bang billy kan hubungin kamu terus, gak pernah ada jawaban, alvi sedih banget."
"iya bang, vindy ngerasa salah banget, vindy gak pernah bersyukur dapet cowok yang kayak alvi."
"udah, penyesalan emang dateng nya belakangan, bang billy tuh salut sama alvi, doa selalu sabar nungguin kamu sampe kapan aja. waktu kamu putusin dia, dia terus nyalahin dirinya sendiri, dia gak mau kamu di sakitin, walaupun itu sama dirinya sendiri, dia juga gak perna nyesel perna ngisi hati kamu."
vindy menangis sambil memegang tangan alvi, tak lama dekat jantung alvi berhenti.
billy langsung memanggil dokter. dokter segera bertindak. billy dan vindy menunggu di luar kamar.
tak lama dokter pun keluar dengan muka kecewa.
"dok, gimana avi?"
"maaf, saya sudah berusaha semaksimal mungkin, mungkin tuhan berkehendak lain, nyawanya tidak dapat di tolong."
vindy menangis dan memsuki kamar rawat alvi, dia memeluk alvi dan menggoyang-goyangkan badan alvi.
"alvi bangun, kamu harus bangun vi, aku sayang sama kamu, aku minta maaf udah nyakitin kamu, kalau kamu sayang sama aku, bangun vi banguun."
"vin uadah vin, udh, alvi udah gak ada, kamu harus ikhlasin semuanya."
tak lama, teman-teman alvi datang.
"bil, ini kenapa pada nangis?"
billy terdiam.
"bil jawab gua!"
teman-temannya alvi melihat alvi berbaring kaku di tempat tidur dengan wajah yang pucat.
"alvi.."
mereka langsung menangis, dokter dan suster memasuki kamar rawat untuk memulangkan alvi ke tempat tinggalnya.
keesokan harinya, suasana duka menyelimuti kost-an alvi.
alvi di makam kan di daerah bandung. vindy ikut dalam pemakamanya alvi. vindy masi belum bisa menerima bila alvi sudah meninggal.
selesai pemakaman, vindy duduk di samping pemakaman alvi, ia mencium batu nisan alvi.
"alvi, makasi ya, kamu udah baik sama aku, aku sayang sama kamu vi, i love you."
vindy langsung meninggalkan makam alvi.


SELESAI..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar